Frekuensi absolut adalah konsep yang mudah dimengerti karena hanya menyatakan berapa kali nilai tertentu muncul dalam rangkaian data spesifik (kumpulan objek atau nilai). Akan tetapi, frekuensi relatif agak lebih sulit. Frekuensi relatif mengacu https://rahasiatoto.net/ pada proporsi berapa kali nilai tertentu muncul dalam rangkaian data spesifik. Dengan kata lain, frekuensi relatif adalah perbandingan banyaknya suatu kejadian dengan jumlah total kejadian. Jika data sudah diatur lebih dahulu, menghitung dan menyajikan frekuensi relatif akan mudah.

Mempersiapkan Data

 Di luar kelas atau tugas matematika yang datanya sudah tersedia, menghitung frekuensi relatif umumnya menyiratkan Anda untuk mengumpulkan data. Lakukan eksperimen atau studi, dan kumpulkan datanya. Putuskan bagaimana Anda akan melaporkan hasil penghitungan.

  • Sebagai contoh, Anda mengumpulkan data usia orang yang menonton film tertentu. Anda bisa memutuskan untuk mengumpulkan dan melaporkan usia mereka secara persis. Akan tetapi, hasilnya akan sangat banyak, mungkin sampai 60 atau 70 hasil apabila usia mereka dari 10 sampai 70 atau 80 tahun. Sebaliknya, Anda bisa mengumpulkan data dalam kelompok, seperti “Di Bawah 20,” “20–29 ,” “30–39,” “40–49,” “50–59,” dan “60 ke atas.” Rangkaian enam data seperti ini akan lebih mudah dihitung.
  • Contoh lain, dokter mengumpulkan suhu tubuh pasien dalam hari tertentu. Dalam hal ini, pengumpulan data dengan angka bulat seperti 36, 37, 38 saja tidak akan cukup. Untuk suhu badan, nilai setelah koma sangat penting sehingga harus dilaporkan juga.

 Setelah menyelesaikan studi atau eksperimen, Anda akan memiliki kumpulan data yang nilainya mungkin seperti ini: 1, 2, 5, 4, 6, 4, 3, 7, 1, 5, 6, 5, 3, 4, 5, 1. Dalam bentuk seperti ini, datanya hampir tidak berarti dan sulit digunakan. Akan lebih membantu jika data tersebut diurutkan lebih dahulu dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Hasilnya adalah 1, 1, 1, 2, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 6, 6, 7.

  • Ketika menyortir dan menata ulang kumpulan data, pastikan semua nilai sudah benar. Hitung rangkaian datanya untuk memastikan tidak ada nilai yang tertinggal.

 Anda bisa meringkas hasil pengumpulan data dengan membuat tabel frekuensi data sederhana. Buat tabel tiga kolom yang akan digunakan untuk menghitung frekuensi relatif. Beri judul pada tiap kolom sebagai berikut:[1]

  • . Kolom ini akan diisi dengan semua nilai yang muncul dalam rangkaian data. Tulis satu nilai sekali saja, jangan diulang. Misalnya, jika nilai 4 muncul beberapa kali, tulis 4 sekali saja dalam kolom .
  • �(�) atau ��(�). Dalam statistik, variabel  biasanya digunakan untuk menyajikan unit dengan nilai yang tidak diketahui. Anda juga bisa menulis �(�), dibaca “n kali x,” yang berarti jumlah tiap nilai x. Alternatif terakhir adalah ��(�), yang artinya “frekuensi x.” Variabel apa pun yang Anda pilih, dalam kolom ini Anda harus memasukkan berapa kali nilai di sampingnya muncul. Misalnya, jika angka 4 muncul tiga kali, tulis 3 di baris yang sama dengan angka 4
  • Frekuensi Relatif atau �(�). Kolom terakhir ini menyajikan frekuensi relatif tiap data atau kelompok data. Label �(�), yang dibaca “P kali x,” bisa berarti probabilitas x atau persentase x. Penghitungan frekuensi relatif disajikan dalam langkah di bawahnya. Kolom ini akan digunakan setelah Anda selesai menghitung nilai tiap x.