Kini, penggemar bisa berbesar hati karena Ed Sheeran sudah dijadwalkan tampil di Jakarta pada 3 Mei 2019. Kali ini mengambil venue yang lebih besar, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.

Siapa tak kenal dengan Ed Sheeran? Musisi berbakat satu ini terkenal dengan hasil karyanya yang super keren. Dianugerahi dengan suara emas dan kualitas musik yang begitu luar biasa, tak heran jika ia menjadi salah satu musisi yang paling sukses saat ini. Bahkan pada gelaran People’s Choice Awards 2016 kemarin, ia berhasil meraih penghargaan untuk kategori Favorite Male Artist.

Edward Christopher “Ed” Sheeran yang lahir 17 Februari 1991 dikenal sebagai penyanyi, pemusikdan pencipta lagu asal Inggris. Penampilannya mulai menarik public Amerika pada 2012. Saat itu dia tampil sebagai penyanyanyi tamu untuk tur Red album  milik Taylor Swift. Kemampuan vocal Sheeran terasah karena sejak kecil dia sudah menjadi penyanyi di gereja. Darah seni mengalir deras dalam keluarganya. Ayahnya, John, adalah bet 100 seorang kurator seni dan dosen. Ibunya, Imogen, adalah seorang desainer perhiasan, sedangkan saudaranya Matius, merupakan komposer klasik dan mahasiswa pascasarjana music.

Sheeran juga berperan dalam beberapa karya musisi tenar, seperti boyband One Direction. Ia membantu menuliskan lagu Moments, yang dipakai oleh One Direction. Ia juga membantu band Snow Patrol, dalam menjalani tur Fallen Empires Tour. Satu lagi lagunya yang ia sumbangkan adalah lagu Give Me Love. Lagu tersebut dipakai dalam salah satu episode THE VEMPIRE DIARIES. [Mit/SPFM]

Namun sebelum bisa menjadi penyanyi terkenal dengan penjualan album menjulang seperti sekarang ini, Ed Sheeran rupanya memiliki kenangan yang cukup memilukan yang menemani perjalanan karirnya. Hal ini dituangkan oleh Ed lewat sebuah buku yang ia rilis yang berjudul ‘A Visual Journey’.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Daily Mail itu, Ed menuliskan bahwa ia sempat menjadi gelandangan dan tidur di pinggir jalan di dekat Istana Buckingham, London, Inggris. Itu ia lakukan selama kurang lebih sekitar dua setengah tahun. Tak hanya di Istana Buckingham, Ed mengaku juga sempat memanfaatkan daerah Circle Line di stasiun kereta bawah tanah usai dia tampil di panggung-panggung kecil di tahun-tahun awal karirnya sebagai penyanyi. Perjuangannya berbuah manis karena album-albumnya mencapai sukses dan meraih berbagai penghargaan.